Rabu, 07 Mei 2008

KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB SUAMI

1. Menjadi pemimpin anak istri di dalam rumah tangga.
2. Mengajarkan, mendidik istri dan anak dengan ilmu agama.
3. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal.
Ada ulama berkata:
'Sekali memberi pakaian anak istri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun."
4. Tidak menzalimi anak istri yaitu dengan:
Memberikan pendidikan agama yang sempurna. Memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya.
Memberi nasihat serta menegur dan memberi panduan/ petunjuk jika melakukan maksiat atau kesalahan. Apabila memukul jangan sampai melukakan (melampaui batas).
5. Memberi nasihat jika istri gemar mengumpat, mengomel serta
melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama.
6. Melayani istri dengan sebaik-baik pergaulan. Memberi Nafkah Batin. Hubungan intim suami istri penting. Semakin sering hubungan intim suami dan istri maka hubungan makin harmonis. Jangan anggap tabu hubungan suami istri.
7. Berbicara dengan istri dengan lemah lembut.
8. Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian
tingkah lakunya dengan syariat.
9. Kurangkan perdebatan.
10. Memelihara maruah mereka.
11. Memberi teladan, contoh dalam perilaku keseharian.
12. Menegakan kejujuran. Rumah tangga tidak akan tegak tanpa kejujuran suami.
13. Melindungi dan mengayomi istri dan anaknya. Seorang suami harus bisa melindungi istri dan anaknya dari rasa takut, khawatir. Jadilah suami yang bisa melindungi dan mengayomi keluarga dalam setiap saat.
14. Suami harus bisa memberi rasa aman, teduh, tenteram terhadap istri dan anaknya. Sehingga anak istri betah tinggal di rumah.
15. Suami harus bisa menjadi idola bagi istri dan anak.
16. Suami harus bisa menjaga martabat istri dan anak.
17. Suami harus memuliakan istri.

Niatkan hidup ini untuk menggapai akhirat yang abadi. Orientasi dunia hanya akan menyesatkan dan membuat keluarga tidak harmonis. Allah berjanji barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup, akhirat dan dunianya akan dicukupi. Dan barang siapa menjadi dunia menjadi tujuan maka hanya dapat dunia. Bahkan belum tentu juga didapat.
Sebuah keluarga tidak harmonis, kebahagiaan tidak tercapai, selalu merasa khawatir karena hidup tidak disandarkan pada takwa kepada Allah dan Rasulullah SAW. Hidup tidak berusaha mencintai Allah dan Nabi Muhammad. Cinta Allah dan Rasul-Nya di atas segala-galanya wajib hukum. Haram hukumnya cinta istri dan anak melebihi cinta-Nya kepada Allah dan Muhammad SAW.
Allah dan Rasulullah SAW menjamin keharmonisan rumah tangga hanya dengan takwa. Bukan dunia, bukan harta, bukan benda, bukan anak bukan pula dengan istri. (Yuliantoro)

2 komentar:

kwoutjing mengatakan...

pemecahan masalah keluarga

Meta mengatakan...

jika istri bekerja, bagaimana tanggung jawab dlm pelaksanaan tugas-tugas di rmh? smentara tidak memiliki pembantu