Jumat, 01 Agustus 2008

TIPS MENDIDIK ANAK SUPAYA CERDAS, PINTAR DAN BERAKHLAK MULIA

1. Orangtua, ayah atau ibu harus mengaji. Menuntut ilmu – berguru ilmu agama pada ulama, kiai yang mumpuni dalam bidang agama.
2. Rajin sedekah.
3. Berusaha meneladani anak dengan akhlak baik.
4. Bisa menempatkan diri.
5. Banyak membaca sholawat nabi.

Penjelasan:
1. Mengaji ilmu hendaknya rutin dan konsisten sampai akhir hayat. Jika sudah saatnya, si anak diajak mengaji ilmu. Tekankan pada anak bahwa hidup ini hanya untuk mengaji, ibadah kepada Allah, selainnya itu hanya selingan saja.
Bagaimana memiliki guru mengaji? Cari guru mengaji yang mumpuni dalam agama. Kriterianya minimal: si kiai atau ulama/ustadz tidak “moto duiten”, kecintaan terhadap dunia tidak kental atau selalu usaha membenci dunia. Dalam bahasa agamanya, kezuhudannya cukup. Orientasi hidupnya banyak tertumpu pada kehidupan akhirat. Ia memandang dunia hanya sebatas perjalanan hidup menuju kematian, kehidupan akhirat.
Guru mengaji harus menguasai kitab kuning atau kitab karya ulama salaf yang sholeh dan wirangi (berhati-hati) dalam urusan agama. Setiap pendapat agama selalu ditumpukan pada Al Quran, Sunnah Rasulullah SAW serta ulama ahli ilmu yang muktabar (jarang pernah mengatakan “menurut pendapat saya”). Jangan cari guru mengaji yang berorientasi materialistis atau dunia. Entah itu uang, jabatan, pangkat dan lain-lain.

2. Rajinlah sedekah tiap mendapat rezeki minimal 2,5 persen, syukur bisa 5 persen, 10 persen, 20 persen atau makin banyak makin bagus. Karena kata Kanjeng Nabi SAW dalam sedekah terkandung banyak fadilah, misalnya: tolak balak, menyembuhkan penyakit hati dan jasmani, memperlancar rezeki, memudahkan hajat manusia, mencegah berbuat jahat, membuka pintu kecerdasan dan sebagainya. Sedekah sebaiknya rutin dan konsisten agar. Sedekah kepada guru mengaji, fakir miskin, anak yatim, atau siapa saja yang berhak menerima sedekah.

3. Memberi contoh perilaku yang baik. Kalau anaknya ingin jadi orang sholeh, ya contohilah kejujuran, tanggung jawab, selalu beribadah dengan baik, biasakan sholat berjamaan dengan anak dan istri. Contohilah perilaku mengaji. Berkomunikasilah dengan anak secara baik. Landasilah hidup ini dengan agama. Rujuklah semua persoalan ke agama. Bersihkanlah hati dari penyakit hati seperti sombong, munafik, riak, iri dengki, ‘ujub (membanggakan diri). Bersikaplah rendah hati, berusaha ikhlas. Tegakkan kewibawaan terhadap anak dengan keteladanan. Bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat. Marah kepada anak ada kalanya perlu. Tegas pada anak adakalanya harus. Keras pada anak adakalanya penting. Bahkan memukul pun adakalanya juga perlu. Tapi, semua itu niatkan dalam rangka cinta pada Allah dan Rasulullah SAW. Marah, keras, tegas, memukul semata-mata agar anak selalu mengikuti jalan Allah dan Kanjeng Nabi SAW. Insya Allah semua menjadi indah.

4. Memperbanyak membaca sholawat Nabi SAW. Agar kita selalu ingat junjungan kita Nabi SAW. Karena sebaik-baik manusia ya Muhammad SAW. Sebaik-baik pendidik ya Muhammad SAW. Sebagus-bagus akhlak yang Muhammad SAW. Secerdar-cerdas manusia ya Muhammad dan sesempurna-sempurna manusia ya Muhammmad SAW. Kata, Seorang ulama dari Rembang – Kalau ada orang yang mulutnya suka membaca sholawat tiap hari minimal 1.000 kali baik dalam santai maupun serius, kok dalam setahun tidak bertambah tenteram, cerdas, bahagia, datang ke sini mulutnya ku tampar.

Jika kelima tips tersebut diamalkan Insya Allah akhlak anak jadi mulia, cerdar dan pintar. Ini jaminannya Allah dan Nabi SAW. Buktikan dan Selamat mengamalkan.

Tidak ada komentar: