sbenarnya kunci dari sebuah hubungn itu adalah kepercayaan... tapi seringkali yg terjadi adalah org sulit percaya pd org lain krn dia sendiri gak mutu, pak pede or terlalu banyak berbohong. benar percaya deh, seseorang yg seneng bohong (terlebih thdp diri sendiri, hingga tak lagi memahami diri, apa yg sebenarnya dikehendaki, maan yg benar, manayg salah, alias si muna...)pasti akan gampang dibohongi juga.
gak usah ngomong si a pinter ini itu, yg penting adl ilmu"titen"(kt orang jawa, mengolah rasa dr apa yg didengar dilihat dr skitarnya) blajar gak harus dr pengalaman pribadi khan... apalagi ntuk jadi kledai yg jatuh di lobang sma berkali-kali...
dr status beberapa teman di fb, kayakknya dari tahun ke tahun permasalahan merka ituitu juga...bukan bermaksud sorak gembira di atas penderitaan orang lain hlo ya, btw kadang heran juga kok ktipu lagi ktipu lagi... ato yg laing isinya ngeluh lagi ngeluh lagi... mbok ya kyak temen yg lain isinya memberi smangat, klo pun yg gak enak skali2 aja, bwat pelengkap ben enak koyo gado2, campur2 tapi ada yg domonan yg pasti euenak...
kta orang hidup itu tergantung apa yg dia pikirkan...so klo kita pakai terminologi pembebebasan (tapi tetap berpaku pada hukum Tuhan) Insyaallah semua akan terasa ringan, dan akhirnya makin dekat pada kebenaran... begitupun dg pembagian tugan antar pasutri yg bekerja.
selain gadget, klo serumah bisa saling tertib, alangkah indahnya... tapi bukan berarti aku nulis gini tiap hari ada masakan sendiri or rumah rapi jali hlo ya... just share... mungkin ada yg beranggapan pendapatku ini masuk akal, khan bermanfaat juga... meski aku juga blum bisa jalaninnya hehehe.....tapi aku teringatkan juga jadinya... malu.com.......
ngelantur again... maklum nulisnya gak dikonsep, gak diedit... so sila pilah pilih mana yg disuka, btw tidak untuk mencerca ya... to be continued.......
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 April 2011
istri suami sama2 bekerja
bisa dibilang aku belum pernah bekerja dalam arti sesungguhnya, dr mulai mengirim lamaran pekerjaan, wawancara etc, hingga melakukan aktivitas rutin harian jam sgini smpe sgitu harus di sini atau begini... memang pernah sich nyoba jualan makanan di pinggir jalan selama 3 bulanan, menjemput rizki... kita khan gak tahu rizki itu Allah beri dalam bentuk apa ato ikhtiar kita gimana yg nantinya sbg jalan berkahNya...
so, spt tulisan kmarin, maka hanya indidentil bagiku ktika harus meninggalkann meninggalkan anak-anak ato gak ngurusin tetek bengek kerjaan rumah
Mungkin banyak yg lupa ya (ato gak ngeti krn gak mau nyari tahu or terpenjara stigma masy) bahwa segala tetek bengek urusan rt sbenarnya adl kewajiban suami. benar hlo, Insyaallah itu yang nabi ajarkan dan seharusnya kita pahami dan kita ikuti
Cobalah mencari ayat Qur'an atatu hadist yang menyatakan bahwa wanita itu wajib beberes rumah, masak ato nyuci baju serumah. Gak bakalan ada, gak bakalan nemu. Itulah sebagian bukti mulianya kedudukan perempuan dalam Islam. Tapi apakah kita semua tahu dan mau memahami Keislaman kita hingga berani berbeda dg sekitar kita?
Berani tampil beda dalam rangka proses membentuk Muslim sejati, Islam secara kafffah yang tidak ditunjukkan dengan lebatnya jenggot, panjangnyaa gamis, meledakkan bom, terlebih "menghina" sesama muslim?
kutulis "menghina" sesama muslim, karena persoalan klasik tapi sangat tdk bermutu ini selalu ada di anatar kita dan sesungghunya membuat umat islam bertambah lemah karena saling serang antar sesamanya.
Ada komunitas tertentu yang bagi saya menggunakan bahasa "tarzan" hingga bila kbetulan saya tengah bersilaturahim dengan mereka, saya merasa terasing, outsiders, liyan... karena mereka bukan menggunakan bahasa suku di mana mereka berdomisili ato menggunakan bahasa resmi negara kita, tapi bahasa campur yg biasa digunakan dalam komunitas ngaji mereka.
Padahal saya tengah bersilaturahim, kangen, menyambung persaudaraan sesama muslim, meski tdk satu majlis ngaji. Kadang ada tanya besar di hati, tak bisakah mereka gunakan istilah2 khusus itu dalam komunitas mereka saja? tak perlulah mereka gunakan pistilah itu ktika kami tengah berbincang ringan ttg resep sebuah masakan atopun ttg kabar anak2 dan sanak kenalan..... memangnya klo tampil berbeda, eklusif, pasti sudah benar sendiri apa? Apa hak mereka untuk melabelling orang lain? Bukankah Allah Yang Maha Sempurna telah mengajarkan keseimbangan dalam perbedaan, baik buruk itu utamanya di hati dan itulah yang paling susah dijaga?
ngelantur ya... hehehe... kembali ke pasutri
Klo smua dah paham hak dan kwajiban hidup akan terasa lebih mudah
menjadi muslimpun akan terasa lebih nikmat
Berbagipun akan terasa lebih indah
hari gini, teknologi (semampunya ya, saya pribadi termasuk org yg setuju dg prinsip say no to kredit alias cicilan yg emang bikin mata dan hati pccl bla hampir jatuh tempo)sgt mbantu kerjaan rumah.
Saya emang kurang se7 dg mereka yg hobby jajan (beneran, makanan), bila itu dilakukan hampir sepanjang hari, spanjang tahun, spanjang umur. Emang sich, klo masak sendiri repotnya smpe saat habis makan, harus nyupirlah, nylaslah, nyucijanlah...(cuci piring, cuci gelas, cuci pa.ci dan wajan)..... btw kdang aku kok ngiri ya klo liat di program2 luar mereka melakukan itu semua tanpa pembantu (mahal booo)....... iri bagi waktunya maksudnya, iri dg mekandirian mreka sejak masih kanan2 dan iri dlm ksungguhan menjalani multi bahkan triple perannya...
so, klo punya dana ekstra u gadget gunakan gadget, klo punya embak sring bikin puyeng ya anak di TPAkan (bukan sampah hlo ya)bwt gunakan waktu yg ada scr lebih berkualias, penuhi kbutuhan anak akan rasa kasih dan kenyamanan di rumah dg ortunya shg ada saling kepercayaan disana. yg penting lagi apapaun itu, buka mata hati hingga bila ada sesuatu yg mencurigakan segera dpt mendeteksi(bukannya ngajak syuudzon hlo) btw jangan mengingkari diri sendiri, karena bila menolak kata hati pastilah musibah yg didapat..... to be continued.....
so, spt tulisan kmarin, maka hanya indidentil bagiku ktika harus meninggalkann meninggalkan anak-anak ato gak ngurusin tetek bengek kerjaan rumah
Mungkin banyak yg lupa ya (ato gak ngeti krn gak mau nyari tahu or terpenjara stigma masy) bahwa segala tetek bengek urusan rt sbenarnya adl kewajiban suami. benar hlo, Insyaallah itu yang nabi ajarkan dan seharusnya kita pahami dan kita ikuti
Cobalah mencari ayat Qur'an atatu hadist yang menyatakan bahwa wanita itu wajib beberes rumah, masak ato nyuci baju serumah. Gak bakalan ada, gak bakalan nemu. Itulah sebagian bukti mulianya kedudukan perempuan dalam Islam. Tapi apakah kita semua tahu dan mau memahami Keislaman kita hingga berani berbeda dg sekitar kita?
Berani tampil beda dalam rangka proses membentuk Muslim sejati, Islam secara kafffah yang tidak ditunjukkan dengan lebatnya jenggot, panjangnyaa gamis, meledakkan bom, terlebih "menghina" sesama muslim?
kutulis "menghina" sesama muslim, karena persoalan klasik tapi sangat tdk bermutu ini selalu ada di anatar kita dan sesungghunya membuat umat islam bertambah lemah karena saling serang antar sesamanya.
Ada komunitas tertentu yang bagi saya menggunakan bahasa "tarzan" hingga bila kbetulan saya tengah bersilaturahim dengan mereka, saya merasa terasing, outsiders, liyan... karena mereka bukan menggunakan bahasa suku di mana mereka berdomisili ato menggunakan bahasa resmi negara kita, tapi bahasa campur yg biasa digunakan dalam komunitas ngaji mereka.
Padahal saya tengah bersilaturahim, kangen, menyambung persaudaraan sesama muslim, meski tdk satu majlis ngaji. Kadang ada tanya besar di hati, tak bisakah mereka gunakan istilah2 khusus itu dalam komunitas mereka saja? tak perlulah mereka gunakan pistilah itu ktika kami tengah berbincang ringan ttg resep sebuah masakan atopun ttg kabar anak2 dan sanak kenalan..... memangnya klo tampil berbeda, eklusif, pasti sudah benar sendiri apa? Apa hak mereka untuk melabelling orang lain? Bukankah Allah Yang Maha Sempurna telah mengajarkan keseimbangan dalam perbedaan, baik buruk itu utamanya di hati dan itulah yang paling susah dijaga?
ngelantur ya... hehehe... kembali ke pasutri
Klo smua dah paham hak dan kwajiban hidup akan terasa lebih mudah
menjadi muslimpun akan terasa lebih nikmat
Berbagipun akan terasa lebih indah
hari gini, teknologi (semampunya ya, saya pribadi termasuk org yg setuju dg prinsip say no to kredit alias cicilan yg emang bikin mata dan hati pccl bla hampir jatuh tempo)sgt mbantu kerjaan rumah.
Saya emang kurang se7 dg mereka yg hobby jajan (beneran, makanan), bila itu dilakukan hampir sepanjang hari, spanjang tahun, spanjang umur. Emang sich, klo masak sendiri repotnya smpe saat habis makan, harus nyupirlah, nylaslah, nyucijanlah...(cuci piring, cuci gelas, cuci pa.ci dan wajan)..... btw kdang aku kok ngiri ya klo liat di program2 luar mereka melakukan itu semua tanpa pembantu (mahal booo)....... iri bagi waktunya maksudnya, iri dg mekandirian mreka sejak masih kanan2 dan iri dlm ksungguhan menjalani multi bahkan triple perannya...
so, klo punya dana ekstra u gadget gunakan gadget, klo punya embak sring bikin puyeng ya anak di TPAkan (bukan sampah hlo ya)bwt gunakan waktu yg ada scr lebih berkualias, penuhi kbutuhan anak akan rasa kasih dan kenyamanan di rumah dg ortunya shg ada saling kepercayaan disana. yg penting lagi apapaun itu, buka mata hati hingga bila ada sesuatu yg mencurigakan segera dpt mendeteksi(bukannya ngajak syuudzon hlo) btw jangan mengingkari diri sendiri, karena bila menolak kata hati pastilah musibah yg didapat..... to be continued.....
Rabu, 20 April 2011
jika bekerja....
kbetulan saya dan suami sama-sama senang menulis... mau nyebut diri sendiri penuis kok kayaknya blum pantas ya, soalnya blum pernah ngasilin buku sendiri, paling jadi secret writer ato bantu2 suami. mungkin berbeda dg kbanyakan pasangan lain, suami saya paling sebal kalo mendapati saya ngabisin waktu di depan monitor, membaca(apapun...) sementara peer dari suami untuk saya (menulis) seharian tak tersentuh.
ya, setelah membunyikan bel motor disusul dengan salam dan menanyakan dimana anak2(kadang mereka tengah maen atau ke ortu), maka kalimat berikut pastilah,"dah nulis blum hari ini?" atau kalau tengah mengerjakan naskah komik, maka pertanyaannya menjadi "dapat berapa panel hari ini?"...
jadi bukannya nanya masak apa hari ini, atau tdk puas dg rumah yg tetap brantakan setelah ditinggalkannya seharian, dia justru menanyakan aktivitas kreatif saya, jalan saya menggapai berkah dan menjemput rizki, Insyaallah. amin.
klo sdg ada order nulis, otomatis smua kerjaan rumah dinomor duain... hehehe ngeles, padahal gak ngetikpun sering malesnya... cucian di laundry, lauk seadanya, bahkan bangun dan mau tidurpun di depan monitor...
btw busway, ada cara ampuh nich buat bikin anak2 gak bosen dan tetep makan masakan rumah. klo waktu senggang, siapin bumbu pecel, kering tempe, goreng kring ikan asin, dan apapun lauk yang awet yg anak2 suka. klo suami sich gampang asal ada telor bebek (tapi dalemnya kudu yg merah, untung tetangga ada yg punya bebek yg dianggon)beres. klo gak sempet masak biasanya minta dikirim ibuku dr wsb, aneka lauk yg bisa awet itu. untuk kebutuhan serat tinggal kupasin mangga, rebus kacang ijo, bikin ager or bikin mie (bukan instan hlo ya) lengkap dg sayurnya.
I termasuk org yg males kluar rumah apalagi ke warung. so, beebrapa hari sekali ke pasar, bli tahu, tempe, dan stok lauk lain plus aneka sayur. aga dua versi sayur utama yai yg untuk sop2an ato yg untuk lodehan.
sayur yg untuk sop2an biasanya terdiri dari kol, wortel, daun bawang dan seledri. Di pasar Shopping Giwangan yk, dg duit 10 rb, stok sayur yg didapat cukup untuk 3 hr, dg varian menu: sop, mie rebus goreng, bakwan dan isi telor dadar. lumayan variatif khan? tentunya dg tambahan lauk lain, misalnya tempe goreng untuk sop ato telur dalam mie.
sayur lodehan biasanya terdiri dr kacang panjang/buncis, mlinjo(daun, bunga, buah) terong, nangka muda, jagung, labu siam/labu parang, kacang/kedelai etc... biasanya suka kutambah wortel biar makin sehat dan meriah warnanya. jadi klo hari cerah biasanya aku masak sayur asem. tapi klo hari mendung, dg tambahan santan instan, smua bahan itu berubah jadi sayur lodeh... kadang anak request sayur yg sma kemarin, so bisa jadi yg diulang lodeh ato asemnya. klo masih ada bahan sisa, barulah aku bikin oseng. hayo, bisa buat brapa hari coba... ya gitchu dech.....
satu kegemaran anak perempuanku yg mungkin agak aneh adalah hobbynya makan sayur bening katuk. alah bisa karena biasa... hla wong 5 tahun 3 anak otomatis bening katuk adalah salah satu sayur yg beebrapa tahun kmarin sering bgt kusajikan, gampang kok ngolahnya, dan bahannya juga cukup mudak ditemukan... dulu sich itung2 ngrapiin pagar tetangga hehehe, mereka senang, aku juga senang, asiku lancat, anakku sehat.....
dah dulu ah, besok nyambung lagi,bye..........
ya, setelah membunyikan bel motor disusul dengan salam dan menanyakan dimana anak2(kadang mereka tengah maen atau ke ortu), maka kalimat berikut pastilah,"dah nulis blum hari ini?" atau kalau tengah mengerjakan naskah komik, maka pertanyaannya menjadi "dapat berapa panel hari ini?"...
jadi bukannya nanya masak apa hari ini, atau tdk puas dg rumah yg tetap brantakan setelah ditinggalkannya seharian, dia justru menanyakan aktivitas kreatif saya, jalan saya menggapai berkah dan menjemput rizki, Insyaallah. amin.
klo sdg ada order nulis, otomatis smua kerjaan rumah dinomor duain... hehehe ngeles, padahal gak ngetikpun sering malesnya... cucian di laundry, lauk seadanya, bahkan bangun dan mau tidurpun di depan monitor...
btw busway, ada cara ampuh nich buat bikin anak2 gak bosen dan tetep makan masakan rumah. klo waktu senggang, siapin bumbu pecel, kering tempe, goreng kring ikan asin, dan apapun lauk yang awet yg anak2 suka. klo suami sich gampang asal ada telor bebek (tapi dalemnya kudu yg merah, untung tetangga ada yg punya bebek yg dianggon)beres. klo gak sempet masak biasanya minta dikirim ibuku dr wsb, aneka lauk yg bisa awet itu. untuk kebutuhan serat tinggal kupasin mangga, rebus kacang ijo, bikin ager or bikin mie (bukan instan hlo ya) lengkap dg sayurnya.
I termasuk org yg males kluar rumah apalagi ke warung. so, beebrapa hari sekali ke pasar, bli tahu, tempe, dan stok lauk lain plus aneka sayur. aga dua versi sayur utama yai yg untuk sop2an ato yg untuk lodehan.
sayur yg untuk sop2an biasanya terdiri dari kol, wortel, daun bawang dan seledri. Di pasar Shopping Giwangan yk, dg duit 10 rb, stok sayur yg didapat cukup untuk 3 hr, dg varian menu: sop, mie rebus goreng, bakwan dan isi telor dadar. lumayan variatif khan? tentunya dg tambahan lauk lain, misalnya tempe goreng untuk sop ato telur dalam mie.
sayur lodehan biasanya terdiri dr kacang panjang/buncis, mlinjo(daun, bunga, buah) terong, nangka muda, jagung, labu siam/labu parang, kacang/kedelai etc... biasanya suka kutambah wortel biar makin sehat dan meriah warnanya. jadi klo hari cerah biasanya aku masak sayur asem. tapi klo hari mendung, dg tambahan santan instan, smua bahan itu berubah jadi sayur lodeh... kadang anak request sayur yg sma kemarin, so bisa jadi yg diulang lodeh ato asemnya. klo masih ada bahan sisa, barulah aku bikin oseng. hayo, bisa buat brapa hari coba... ya gitchu dech.....
satu kegemaran anak perempuanku yg mungkin agak aneh adalah hobbynya makan sayur bening katuk. alah bisa karena biasa... hla wong 5 tahun 3 anak otomatis bening katuk adalah salah satu sayur yg beebrapa tahun kmarin sering bgt kusajikan, gampang kok ngolahnya, dan bahannya juga cukup mudak ditemukan... dulu sich itung2 ngrapiin pagar tetangga hehehe, mereka senang, aku juga senang, asiku lancat, anakku sehat.....
dah dulu ah, besok nyambung lagi,bye..........
Langganan:
Postingan (Atom)